KEHENDAK TUHAN
Pagi
mendung mengurungkan niatku untuk beranjak dari ranjang tidurku. Sungguh cuaca
ini membuatku ingin bermalas-malasan, tapi aktivitas hari ini yang tertata rapi
di pikiranku membuatku sedikit bersemangat. ”huuuuuaaaa semangattt” aku mulai
beranjak dari ranjangku yang tak tentu bentuknya itu, memang aku jarang
merapikannya karena aku terlalu sibuk dengan duniaku. Aktivitas yang tak tentu
tujuannya dan bnyak lagi. Aku menyebutnya” permainan hidup” . Aku bersiap-siap berangkat kesekolah. Dengan
seragam “Putih abu abu”
Disekolah
aku terkenal dengan keanehanku,kebloonanku,keberanianku dan masih banyak lagi
ikutin aja kisah ku. sesampainya”selamat pagiiii” dengan suara tertinggi aku
menyapa teman-temanku yang berada di kelas”pagiiiiii don” dengan suara datar
dan muka bloon mereka menerima salamku. Akuu dona siswi SMA negeri terbaik di
daerah sekitar tempat tinggalku. Aku tak begitu cerdas bisa di bilang
biasa-biasa saja. Aku mempunyai 3 teman terdekat yaitu Putri,Linda,dan Yanti.
”Heeeyy
guyyss gue belum ngerjain tugas nih” sapaanku di sambut dengan kesunyian.”lo
bangga gak ngerjain tugas mulu?nih cepet kerjain pemalass” dengan bete nya
linda menasehatiku.”lo kok gitu sih lin beda banget sama gue”.”lo itu udah
dateng telat tugas gak ngerjain mauuu jadi apa donaaa?” dengan lembut linda
mencubit kedua pipiku.
Tenggggg
tenggg teeennngg suara bel berbunyi “adaaaaaa guruuuu” teriak salah satu
temanku. “yaaahhh tugas gue belum selesai”. “naahhh lo don tau rasa deh” dengan
nada seram yanti menakut-nakutiku.”wadduhhh gue harus gimana nih putt ampun deh
ibu killer lagi”.”mana gue tauu” ucap putri dengan gampang nya.
“Morning
student”. “ morning Mom“ jawab kami serempak. “sok inggris banget tuh guru
hahaha” tawa dona memecahkan kesunyian kelas. “ada apa dona?ada yang lucu”
tanya guruku dengan judesnya. “ehmmmm enggak kok enggak mom” sambil mengaruk
garuk kepala.”kumpulkan tugas kalian yang ibu beri kemarin!. “ampun deh gue
belum selesai gimana nih?” tanyaku
setengah ketakutan kepada tiga temanku itu. Tangan dan badanku seketika dingin
dan bercucuran keringat.
“ada
yang tidak mengerjakan?” tanya guru itu sekali lagi membuat jantungku hampir
saja berhenti. Badanku bergetar mengangkat tangan untuk mengakui bahwa aku
tidak mengerjekan tugas.”lagi lagi kamu ya dona?kapan kamu berubah?”.”sa sa
sayaaaa”.”alasan apa lagi ha? Keeeluuaaarrrrrrrr!!!!!!!”. Dengan berat hati aku
beranjak pergi dari kelas itu tanpa
alasan yang belum aku jelaskan.
Di jalan menuju taman aku
mencoba menjelaskan aku tidak mengerjakan tugas itu bukan karna aku malas tapi
akuuu... “donaaaaaa”. Teriakan histeris tiga temanku. Lagi lagi jantungku.”kenapa
mereka keluar ya?” tanya ku belakang.
“don kita gak ngumpulin tugas nih”. Dengan
gembiranya putri menjelaskan.”haa?kenapa?”.”karena kami gak bisa biarin kamu
keluar sendirian dona” . tatapan hangat mereka membuatku tersentuh berkaca kaca
mataku dan air mata yang hampir saja jatuh bisa aku kontrol. Senyuman mereka
bisa membuatku sedikit lupa dengan apa yang menjadi beban diriku.”yuukkkk ke
taman kita nyantai” dengan gembira kami bergegas pergi.
Esoknya
Kami menjalani hari hari kami penuh dengan kegembiraan. Mereka berhasil
membuatku berubah menjadi yang terbaik. Menjadi sedikit berguna. Aku fikir di
dunia ini tidak ada orang seperti mereka. Bagiku mereka sangat berharga. Mereka
mengisi sisa sisa hidupku. Kepedulian, perhatian, kebaikan membuatku tak ingin
berpisah tapi tuhan bisa saja berkehendak lain.
Hari
ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu, hari ulang tahunku yang ke-16. Aku
harap mereka tidak lupa. Saat ini hari libur jadi aku tak bertemu mereka.aku
duduk di teras belakang rumah. ”yaahhh libur sama saja seperti ulang tahunku
tahun lalu dan sebelum sebelumnya gak ada yang inget”. Tiba-tiba “ploookkk”
telur membasahi rambutku. “apa ini?”.
”happy brithday
dona,happy brithday,happy brithday,happy brithday dona” mereka
menyanyikanku,membawa kue ulangtahun beserta kado kado dari mereka.”selamat
ulang tahun dona tiup lilinnya jangan lupa make a wish yaa” ucap putri. “ohh
tuhan bahagianya aku”. “terimakasih ya teman teman kirain gue kalian
lupa”.”kami gak bakalan pernah lupa hari bahagia orang sebaik lo don yaa gak
guyysss”. Ucap yanti semangatnya.” Aaah bisa aja”
Kami bermain main hingga sore hari. keinginanku
untuk bersama mereka saat hari bahagiaku kini kenyataan. Mereka pulang dengan
kegembiraan telah mengerjaiku habis habisan hari ini. tapi aku cukup bahagiaa
bahagia.
Malam
mulai tiba, makanan di meja makan mengugah selera membuatku ingin segera
menyantapnya. Bergegas aku mengambil piring. “praaaaankkkkk” suara piring yang
terjatuh dari tanganku memecahkan kesunyian malam”ohh tuhan apa lagi ini” butir
demi butir air mata jatuh ke pipi. Aku tidak bisa mengerakan kedua tanganku.
Serantak aku terduduk. “yaa ampun mbak” tangan bibi membangunkanku.”biii tanganku”.
“iya mbak bibi tau duduk saja biar bibi yang suapin ya mbak”. “tidak bii
makasih”
Masih
dalam keadaan diam di meja makan, selang waktu tanganku pulih kembali dan aku
langsung menuju kamarku. Sakit ini lah yang membuatku tidak mengerjakan tugas,
sakit ini lah yang secara diam diam menyerang semua sendiku. Bukan karena aku
malas atau apalah.
Aku
berusaha menyembunyikan penyakit ini dengan orang-orang yang mengenalku. Aku
tidak ingin mereka mebatasi aktivitasku, aku tak ingin mereka mengkhawatirkanku.Entah
sampai kapan aku bertahan. semakin lama tubuh ini semakin lemah. Segala
pengobatan aku lakukan demi kelangsungan hidupku. Aku sudah tau apa yang
terjadi nanti , aku tak ingin memikirkan nya.
Terlelap
aku malam tadi berusaha melupakan kejadian itu. Study sekolah kali ini
olahraga. Pastinya aku bersama teman–temanku. Aku ikut kegiatan pagi hingga
siang hari.”don muka lo pucat lo kenapa”. Tanya putri penasaran.”aku gak
kenapa-kenapa put”.”kalau lo capek istirahat aja don”.”bener don entar ada
apa-apa lagi” sambung yanti.perasaanku aneh, penuh ketakutan. Takut
meninggalkan mereka. Takut berpisahh, aku takut. Aku ingin menyampaikan sesuatu
kepada mereka tapi entah bagaimana.
Tiba
tiba tanganku,kakiku,tubuhku tidak berdaya”guuubbbraaaakk”. Aku terjatuh di lapangan
sekolah. Aku masih sadar saat teman-temanku serentak mengerumuniku bergegas
membawaku ke UKS sehingga mataku tidak mampu terbuka dan berlahan pandanganku
gelap hingga aku tak sadarkan diri. Aku harap tiga sahabatku membaca pesan
singkat dariku.
Dear putri,linda dan yanti
Sahabat
sahabatku, aku bahagia banget ada di dekat kalian. Mengenali kalian satu sama
lain. Kalian itu segalanya, mengerti aku dan memahamiku.karena ada kalian aku
tidak merasa sendiri lagi. kalian penyebab semangat hidupku. Aku minta maaf
selama ini aku menyembunyikan sesuatu dari kalian. Yang selama ini menjadi
beban dan alasan mengapa aku tidak biasa berakitivitas selayaknya. Penyakit ini
yang menggeruguti tubuhku dan mengambil segalanya.aku tidak pernah menyalahkan keadaan apalagi
Tuhan tidak!. aku menerima dan menjalaninya. Ketahuilah teman berbagai cara aku
lakukan demi hidup. keinginanku tak sejalan dengan takdirku. Maaf kan aku teman
mungkin tuhan berkehendak lain bisa saja dia memanggilku kapan saja dan bisa
saja dia memberiku kesehatan lagi setelah aku sekejab memejamkan mata.aku
berperang bersama Kanker tulang yang
membuatku rapuh.
Bersambung......