Selasa, 10 Juni 2014

KEHENDAK TUHAN


KEHENDAK TUHAN
Pagi mendung mengurungkan niatku untuk beranjak dari ranjang tidurku. Sungguh cuaca ini membuatku ingin bermalas-malasan, tapi aktivitas hari ini yang tertata rapi di pikiranku membuatku sedikit bersemangat. ”huuuuuaaaa semangattt” aku mulai beranjak dari ranjangku yang tak tentu bentuknya itu, memang aku jarang merapikannya karena aku terlalu sibuk dengan duniaku. Aktivitas yang tak tentu tujuannya dan bnyak lagi. Aku menyebutnya” permainan hidup” .  Aku bersiap-siap berangkat kesekolah. Dengan seragam “Putih abu abu”
Disekolah aku terkenal dengan keanehanku,kebloonanku,keberanianku dan masih banyak lagi ikutin aja kisah ku. sesampainya”selamat pagiiii” dengan suara tertinggi aku menyapa teman-temanku yang berada di kelas”pagiiiiii don” dengan suara datar dan muka bloon mereka menerima salamku. Akuu dona siswi SMA negeri terbaik di daerah sekitar tempat tinggalku. Aku tak begitu cerdas bisa di bilang biasa-biasa saja. Aku mempunyai 3 teman terdekat yaitu Putri,Linda,dan Yanti.
”Heeeyy guyyss gue belum ngerjain tugas nih” sapaanku di sambut dengan kesunyian.”lo bangga gak ngerjain tugas mulu?nih cepet kerjain pemalass” dengan bete nya linda menasehatiku.”lo kok gitu sih lin beda banget sama gue”.”lo itu udah dateng telat tugas gak ngerjain mauuu jadi apa donaaa?” dengan lembut linda mencubit kedua pipiku.
Tenggggg tenggg teeennngg suara bel berbunyi “adaaaaaa guruuuu” teriak salah satu temanku. “yaaahhh tugas gue belum selesai”. “naahhh lo don tau rasa deh” dengan nada seram yanti menakut-nakutiku.”wadduhhh gue harus gimana nih putt ampun deh ibu killer lagi”.”mana gue tauu” ucap putri dengan gampang nya.
“Morning student”. “ morning Mom“ jawab kami serempak. “sok inggris banget tuh guru hahaha” tawa dona memecahkan kesunyian kelas. “ada apa dona?ada yang lucu” tanya guruku dengan judesnya. “ehmmmm enggak kok enggak mom” sambil mengaruk garuk kepala.”kumpulkan tugas kalian yang ibu beri kemarin!. “ampun deh gue belum  selesai gimana nih?” tanyaku setengah ketakutan kepada tiga temanku itu. Tangan dan badanku seketika dingin dan bercucuran keringat.
“ada yang tidak mengerjakan?” tanya guru itu sekali lagi membuat jantungku hampir saja berhenti. Badanku bergetar mengangkat tangan untuk mengakui bahwa aku tidak mengerjekan tugas.”lagi lagi kamu ya dona?kapan kamu berubah?”.”sa sa sayaaaa”.”alasan apa lagi ha? Keeeluuaaarrrrrrrr!!!!!!!”. Dengan berat hati aku beranjak pergi  dari kelas itu tanpa alasan yang belum aku jelaskan.
Di jalan menuju taman aku mencoba menjelaskan aku tidak mengerjakan tugas itu bukan karna aku malas tapi akuuu... “donaaaaaa”. Teriakan histeris tiga temanku. Lagi lagi jantungku.”kenapa mereka keluar ya?” tanya ku belakang.
 “don kita gak ngumpulin tugas nih”. Dengan gembiranya putri menjelaskan.”haa?kenapa?”.”karena kami gak bisa biarin kamu keluar sendirian dona” . tatapan hangat mereka membuatku tersentuh berkaca kaca mataku dan air mata yang hampir saja jatuh bisa aku kontrol. Senyuman mereka bisa membuatku sedikit lupa dengan apa yang menjadi beban diriku.”yuukkkk ke taman kita nyantai” dengan gembira kami bergegas pergi.
Esoknya Kami menjalani hari hari kami penuh dengan kegembiraan. Mereka berhasil membuatku berubah menjadi yang terbaik. Menjadi sedikit berguna. Aku fikir di dunia ini tidak ada orang seperti mereka. Bagiku mereka sangat berharga. Mereka mengisi sisa sisa hidupku. Kepedulian, perhatian, kebaikan membuatku tak ingin berpisah tapi tuhan bisa saja berkehendak lain.
Hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu, hari ulang tahunku yang ke-16. Aku harap mereka tidak lupa. Saat ini hari libur jadi aku tak bertemu mereka.aku duduk di teras belakang rumah. ”yaahhh libur sama saja seperti ulang tahunku tahun lalu dan sebelum sebelumnya gak ada yang inget”. Tiba-tiba “ploookkk” telur membasahi rambutku. “apa ini?”.
”happy brithday dona,happy brithday,happy brithday,happy brithday dona” mereka menyanyikanku,membawa kue ulangtahun beserta kado kado dari mereka.”selamat ulang tahun dona tiup lilinnya jangan lupa make a wish yaa” ucap putri. “ohh tuhan bahagianya aku”. “terimakasih ya teman teman kirain gue kalian lupa”.”kami gak bakalan pernah lupa hari bahagia orang sebaik lo don yaa gak guyysss”. Ucap yanti semangatnya.” Aaah bisa aja”
Kami  bermain main hingga sore hari. keinginanku untuk bersama mereka saat hari bahagiaku kini kenyataan. Mereka pulang dengan kegembiraan telah mengerjaiku habis habisan hari ini. tapi aku cukup bahagiaa bahagia.
Malam mulai tiba, makanan di meja makan mengugah selera membuatku ingin segera menyantapnya. Bergegas aku mengambil piring. “praaaaankkkkk” suara piring yang terjatuh dari tanganku memecahkan kesunyian malam”ohh tuhan apa lagi ini” butir demi butir air mata jatuh ke pipi. Aku tidak bisa mengerakan kedua tanganku. Serantak aku terduduk. “yaa ampun mbak” tangan bibi membangunkanku.”biii tanganku”. “iya mbak bibi tau duduk saja biar bibi yang suapin ya mbak”. “tidak bii makasih”
Masih dalam keadaan diam di meja makan, selang waktu tanganku pulih kembali dan aku langsung menuju kamarku. Sakit ini lah yang membuatku tidak mengerjakan tugas, sakit ini lah yang secara diam diam menyerang semua sendiku. Bukan karena aku malas atau apalah.
Aku berusaha menyembunyikan penyakit ini dengan orang-orang yang mengenalku. Aku tidak ingin mereka mebatasi aktivitasku, aku tak ingin mereka mengkhawatirkanku.Entah sampai kapan aku bertahan. semakin lama tubuh ini semakin lemah. Segala pengobatan aku lakukan demi kelangsungan hidupku. Aku sudah tau apa yang terjadi nanti , aku tak ingin memikirkan nya.

Terlelap aku malam tadi berusaha melupakan kejadian itu. Study sekolah kali ini olahraga. Pastinya aku bersama teman–temanku. Aku ikut kegiatan pagi hingga siang hari.”don muka lo pucat lo kenapa”. Tanya putri penasaran.”aku gak kenapa-kenapa put”.”kalau lo capek istirahat aja don”.”bener don entar ada apa-apa lagi” sambung yanti.perasaanku aneh, penuh ketakutan. Takut meninggalkan mereka. Takut berpisahh, aku takut. Aku ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka tapi entah bagaimana.
Tiba tiba tanganku,kakiku,tubuhku tidak berdaya”guuubbbraaaakk”. Aku terjatuh di lapangan sekolah. Aku masih sadar saat teman-temanku serentak mengerumuniku bergegas membawaku ke UKS sehingga mataku tidak mampu terbuka dan berlahan pandanganku gelap hingga aku tak sadarkan diri. Aku harap tiga sahabatku membaca pesan singkat dariku.
Dear putri,linda dan yanti
Sahabat sahabatku, aku bahagia banget ada di dekat kalian. Mengenali kalian satu sama lain. Kalian itu segalanya, mengerti aku dan memahamiku.karena ada kalian aku tidak merasa sendiri lagi. kalian penyebab semangat hidupku. Aku minta maaf selama ini aku menyembunyikan sesuatu dari kalian. Yang selama ini menjadi beban dan alasan mengapa aku tidak biasa berakitivitas selayaknya. Penyakit ini yang menggeruguti tubuhku dan mengambil segalanya.aku tidak pernah menyalahkan keadaan apalagi Tuhan tidak!. aku menerima dan menjalaninya. Ketahuilah teman berbagai cara aku lakukan demi hidup. keinginanku tak sejalan dengan takdirku. Maaf kan aku teman mungkin tuhan berkehendak lain bisa saja dia memanggilku kapan saja dan bisa saja dia memberiku kesehatan lagi setelah aku sekejab memejamkan mata.aku berperang bersama Kanker tulang yang membuatku rapuh.
Bersambung......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar