Jumat, 27 Februari 2015

SALAM GELAP DALAM SENJA (3)


PART 3
Ucapan selamat dari sahabat terbaik Dina kemarin malam melengkapi kebahagiaan mereka, suasana malam yang sangat indah dengan kebahagian yang tak bisa terungkap dengan kata kata membuat Jingga mengukir senyuman di sepanjang perjalanan pulangnya.
            “sayang pulangnya hati hati ya”. Pesan singkat yang diterima jingga di perjalanan mengukir senyuman tidak terkira, keadaan seperti ini membuat anak adam ini semakin utuh sangat utuh bahkan sempurna.
            Fajar kembali muncul suasana dingin menusuk tubuh, embun pagi berkeliaran menebar segar, wajah kusut Dina seakan enggan untuk bangkit dari ranjangnya. Wajar saja cuaca di kota khatulistiwa kini bisa dibilang musim penghujan. Aktivitas yang sangat menguntungkan saat musim penghujan itu adalah TIDUR. Seketika handphone yang tidak tentu letaknya kini berdering.
            “Pagi sayang, semangat Dina jangan males2an entar aku tunggu di sekolah ya i love you”
Dina meraih handphonenya tampak dilayar seorang lelaki telah menyapanya Dina tersenyum kecil ketika membaca pesan singkat dari kekasihnya itu. Untung saja Dina tidak melupakan bahwa  memiliki kekasih sebab telah sekian lama ia tak pernah di sapaa seperti itu setelah kejadian 1 tahun yang lalu. Dina mengetik handphone untuk membalas sapaan kekasih barunya.
Sesampainya disekolah.
“ciaaaaa sahabat aku gak jomblo lagi”.
“udah ih malu tau gak pake acara bilang jomblonya dikeras kerasin lagi”.
Pagi pagi begini saja Dina sudah dibuat kualahan oleh Rara dengan sikapnya yang terlalu heboh pada kisah percintaan Dina sebenarnya sikap itu biasa saja baginya tapi untuk saat ini gosipnya menjadi kekasih jingga terlalu cepat untuk disebarluaskan. Dina mencari cari sosok kekasihnya itu belum tampak juga disekolah padahal bel akan segar berbunyi. Timbul rasa khawatir dibenatnya. Sesekali ia melihat keluar jendela tak ia temui juga lelakinya.
“hai syang”
“apaan sih gga disekolah itu biasa aja malu tau”
“iya deh iya bidadari yuk kekantin” dengan paksa jingga menariki tangan Dina tanpa ada sepatah kata pun untuk mengiyakan ajakanya itu.
Akhirnya mahkluk astral yang sedari pagi dicari Dina menghampirinya pada jam istirahat, Dina tidak tau dari mana ia datang tiba tiba saja, ia selalu ada ketika Dina sedang memikirkannya sampai-sampai Dina mengakui bahwa Jingga adalah mahkluk astral yang tampan.
“kamu kemana aja sih jingga”
“kenapa emang kamu khawatir yaa?” . dengan nada mengejek.
“idihhh kagak banget”. Dina berusaha menyembunyikan kekhawatiran itu kepada mahkluk astralnya sebab jika ia tau bahwa Dina benar2 mengkhawatirkannya mungkin ia akan melayang menembus atap kantin. Jam istirahat Dina habiskan dengan kekasihnya. Hingga jam pulang pun tiba. Rasa lelah telah beraktivitas seharian membuat muka Dina sedikit kusut, Dina berharap mahkluk astral kekasihnya itu tidak muncul tiba tiba melihat kondisi begitu urak urakan.
“hei bidadari” dengan muka idiotnya
“selalu muncul tiba tiba kamu hantu ya?”
“hantu hantu gini pacar kamu”
“tau ahhh”.
“sepertinya bidadariku ini sedang kelelahan mari kita pulang”. dia mengandengku hingga parkiran dan menaiki motorku.
“mau ngapain aku bisa pulang sendiri”.
“aku gak bakalan biarin bidadariku yang lelah ini kenapa2 biar aku saja yang anter”
Mahkluk astral itu berhasil membuat Dina luluh dan berkaca kaca, ia pandai mencairkan hati wanita yang super duper cuek ini. sungguh jingga telah menjadi kekasihnya tapi tetap saja dia berlaku cuek sepanjang masa. Dina jumpai hal terindah di hati jingga bahkan jingga dulu yang juga cuek padanya berubah sedemikan rupa. Dina sekarang tepat berada di bahu belakang kekasihnya, ia memasukan tangannya di saku sweater jingga. Setelah ia melewati gerbang sekolah tampak 2 mata yang sedang memperhatikan Dina dan jingga.
“aku merasakannya”
“ada apa sayang?”
Percakapan terhenti.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar