PART 3
Ucapan
selamat dari sahabat terbaik Dina kemarin malam melengkapi kebahagiaan mereka,
suasana malam yang sangat indah dengan kebahagian yang tak bisa terungkap
dengan kata kata membuat Jingga mengukir senyuman di sepanjang perjalanan
pulangnya.
“sayang pulangnya hati hati ya”.
Pesan singkat yang diterima jingga di perjalanan mengukir senyuman tidak
terkira, keadaan seperti ini membuat anak adam ini semakin utuh sangat utuh
bahkan sempurna.
Fajar kembali muncul suasana dingin
menusuk tubuh, embun pagi berkeliaran menebar segar, wajah kusut Dina seakan
enggan untuk bangkit dari ranjangnya. Wajar saja cuaca di kota khatulistiwa kini
bisa dibilang musim penghujan. Aktivitas yang sangat menguntungkan saat musim
penghujan itu adalah TIDUR. Seketika handphone yang tidak tentu letaknya kini
berdering.
“Pagi sayang, semangat Dina jangan
males2an entar aku tunggu di sekolah ya i love you”
Dina
meraih handphonenya tampak dilayar seorang lelaki telah menyapanya Dina
tersenyum kecil ketika membaca pesan singkat dari kekasihnya itu. Untung saja
Dina tidak melupakan bahwa memiliki
kekasih sebab telah sekian lama ia tak pernah di sapaa seperti itu setelah
kejadian 1 tahun yang lalu. Dina mengetik handphone untuk membalas sapaan
kekasih barunya.
Sesampainya
disekolah.
“ciaaaaa
sahabat aku gak jomblo lagi”.
“udah
ih malu tau gak pake acara bilang jomblonya dikeras kerasin lagi”.
Pagi
pagi begini saja Dina sudah dibuat kualahan oleh Rara dengan sikapnya yang
terlalu heboh pada kisah percintaan Dina sebenarnya sikap itu biasa saja
baginya tapi untuk saat ini gosipnya menjadi kekasih jingga terlalu cepat untuk
disebarluaskan. Dina mencari cari sosok kekasihnya itu belum tampak juga
disekolah padahal bel akan segar berbunyi. Timbul rasa khawatir dibenatnya.
Sesekali ia melihat keluar jendela tak ia temui juga lelakinya.
“hai
syang”
“apaan
sih gga disekolah itu biasa aja malu tau”
“iya
deh iya bidadari yuk kekantin” dengan paksa jingga menariki tangan Dina tanpa
ada sepatah kata pun untuk mengiyakan ajakanya itu.
Akhirnya
mahkluk astral yang sedari pagi dicari Dina menghampirinya pada jam istirahat,
Dina tidak tau dari mana ia datang tiba tiba saja, ia selalu ada ketika Dina
sedang memikirkannya sampai-sampai Dina mengakui bahwa Jingga adalah mahkluk
astral yang tampan.
“kamu
kemana aja sih jingga”
“kenapa
emang kamu khawatir yaa?” . dengan nada mengejek.
“idihhh
kagak banget”. Dina berusaha menyembunyikan kekhawatiran itu kepada mahkluk
astralnya sebab jika ia tau bahwa Dina benar2 mengkhawatirkannya mungkin ia
akan melayang menembus atap kantin. Jam istirahat Dina habiskan dengan kekasihnya.
Hingga jam pulang pun tiba. Rasa lelah telah beraktivitas seharian membuat muka
Dina sedikit kusut, Dina berharap mahkluk astral kekasihnya itu tidak muncul
tiba tiba melihat kondisi begitu urak urakan.
“hei
bidadari” dengan muka idiotnya
“selalu
muncul tiba tiba kamu hantu ya?”
“hantu
hantu gini pacar kamu”
“tau
ahhh”.
“sepertinya
bidadariku ini sedang kelelahan mari kita pulang”. dia mengandengku hingga
parkiran dan menaiki motorku.
“mau
ngapain aku bisa pulang sendiri”.
“aku
gak bakalan biarin bidadariku yang lelah ini kenapa2 biar aku saja yang anter”
Mahkluk
astral itu berhasil membuat Dina luluh dan berkaca kaca, ia pandai mencairkan
hati wanita yang super duper cuek ini. sungguh jingga telah menjadi kekasihnya
tapi tetap saja dia berlaku cuek sepanjang masa. Dina jumpai hal terindah di
hati jingga bahkan jingga dulu yang juga cuek padanya berubah sedemikan rupa.
Dina sekarang tepat berada di bahu belakang kekasihnya, ia memasukan tangannya
di saku sweater jingga. Setelah ia melewati gerbang sekolah tampak 2 mata yang
sedang memperhatikan Dina dan jingga.
“aku
merasakannya”
“ada
apa sayang?”
Percakapan
terhenti.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar